Setelah
sukses atas pementasan di Singapura dan Jakarta, pertunjukan sendratari kolosal
Matah Ati akhirnya “pulang kampung”, dan dipentaskan di Pamedan Mangkunegaran,
Solo, pada tanggal 8, 9, dan 10 September 2012. Konsepnya
berbeda dengan pementasan sebelumnya, karena dipentaskan di panggung
terbuka dengan ukuran panggung tiga kali lebih besar. Jay
Subyakto selaku penata artistik, mengaku bisa leluasa bermain dengan api
di panggung outdoor,
hal ini tentu sulit dilakukan di panggung indoor.
Sebanyak
5.000 undangan kelas festival setiap harinya telah habis dibagikan. Pemegang
undangan kelas festival gratis menyaksikan Matah Ati dengan posisi menonton
lesehan di depan panggung. Selain itu juga dijual 1500 tiket kelas 1, VIP, dan
VVIP.


